Ada perbedaan antara figur yang dikenal publik dan organisasi yang mampu mengorganisasi dukungan publik.
Kaderisasi, jaringan daerah, komunitas, kelompok pemuda, perempuan, tokoh masyarakat, serta mesin komunikasi politik merupakan bagian dari kapasitas yang harus dibangun partai.
Jika modal personal dapat terhubung dengan struktur tersebut, pengaruh figur dapat mengalami proses pelembagaan.
Kaesang dan Jokowi: Dua Posisi dalam Satu Struktur
Di sinilah relasi Jokowi dan Kaesang menjadi salah satu arena internal paling penting. Kaesang adalah Ketua Umum PSI. Jokowi akan menjadi Ketua Dewan Pembina.
Secara formal, keduanya memiliki fungsi berbeda. Tetapi dalam praktik politik, otoritas formal bukan satu-satunya sumber pengaruh.
Jokowi membawa pengalaman sebagai kepala daerah, presiden, serta jaringan politik yang terbentuk selama perjalanan politiknya. Kaesang membawa legitimasi formal sebagai ketua umum yang bertanggung jawab terhadap jalannya organisasi partai. Dua modal tersebut berada dalam satu struktur.
Karena itu, efektivitas struktur baru PSI akan bergantung pada bagaimana kewenangan formal dan pengaruh politik informal dikelola.
Pembagian peran yang jelas dapat menciptakan hubungan antara kepemimpinan operasional dan pembinaan strategis. Sebaliknya, batas kewenangan yang tidak jelas dapat menciptakan persoalan koordinasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan