RJAKARTA — Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi akan dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada November 2026. Pengukuhan ini menandai perubahan penting dalam posisi politik mantan Presiden RI tersebut yakni dari figur yang memiliki pengaruh terhadap sebuah partai menjadi bagian dari struktur formal partai yang dua kali gagal lolos ke Senayan itu.
Pada 26 September 2026, Jokowi secara terbuka menunjukkan Kartu Tanda Anggota PSI dalam agenda PSI di Bandung. PSI kemudian memastikan Jokowi akan dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina, dengan 16 November di Surabaya disebut sebagai salah satu jadwal yang direncanakan. Jokowi juga menyebut dirinya telah menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025.
Perubahan tersebut menarik dibaca bukan hanya dari sisi internal PSI, tetapi juga dari hubungan PSI dengan Partai Gerindra dan konfigurasi politik pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sebab, ketika Jokowi masuk ke struktur formal PSI, ia tidak hanya memasuki satu arena politik. Ada arena internal partai, arena pemerintahan, hubungan antarpartai, jaringan elite, hingga arena elektoral menuju Pemilu 2029.
Di sinilah konsep Nested Games George Tsebelis menjadi relevan.
Dalam Nested Games: Rational Choice in Comparative Politics (1990), Tsebelis menjelaskan bahwa aktor politik dapat menghadapi sejumlah permainan atau arena secara bersamaan. Setiap arena memiliki aturan, kepentingan, dan konsekuensi berbeda. Tindakan yang tampak kurang optimal dalam satu arena dapat menjadi rasional ketika dilihat dalam keseluruhan konfigurasi permainan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan