JAKARTA, RMTVNews.com  — Perkembangan teknologi mengubah industri konten dewasa, mulai dari distribusi melalui kaset video hingga produksi gambar dan video menggunakan kecerdasan buatan (AI). Perubahan ini tidak hanya memengaruhi cara konten dibuat dan dikonsumsi, tetapi juga model bisnis, persaingan platform digital, serta persoalan privasi dan persetujuan.

Fenomena tersebut kembali menjadi perhatian setelah platform X milik Elon Musk mengizinkan publikasi konten seksual orang dewasa dengan sejumlah persyaratan.

Pada saat yang sama, teknologi AI generatif membuka kemungkinan pembuatan konten seksual sintetis yang tidak selalu melibatkan pemeran manusia.

Dalam artikel AI Is Upending the Porn Industry yang diterbitkan pada 27 November 2025, majalah The Economist mengulas hubungan panjang antara pornografi dan adopsi teknologi baru.

BACA JUGA:

Artikel itu menelusuri pola tersebut dari mesin cetak, video rumahan, dan layanan jaringan Minitel di Prancis hingga perkembangan AI generatif.

Menurut The Economist, ketika Johannes Gutenberg mengembangkan mesin cetak pada abad ke-15, teknologi tersebut turut digunakan untuk mencetak pamflet cabul.

Film dewasa mulai beredar dalam format video pada 1977, setahun sebelum film Hollywood arus utama menggunakan format tersebut. Sementara itu, layanan erotis pada masa awal Minitel disebut menyumbang sekitar sepertiga hingga setengah lalu lintas layanan tersebut.

Contoh-contoh itu menggambarkan bagaimana teknologi baru membuka jalur distribusi dan konsumsi konten seksual. Namun, pola historis tersebut tidak berarti pornografi merupakan satu-satunya pendorong inovasi.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.