Perkara Summarecon tidak membuktikan bahwa sistem HGB secara keseluruhan bermasalah. Perkara tersebut menunjukkan bahwa tindakan pejabat dan pihak yang terlibat dalam suatu proses administrasi dapat menjadi objek pemeriksaan pidana apabila terdapat dugaan tindak pidana.
Di Mana Posisi UU Reforma Agraria?
Di sinilah UU Pengaturan Reforma Agraria menjadi relevan sebagai konteks baru.
UU tersebut secara eksplisit menempatkan penyelesaian konflik, pemulihan hak dan kepastian hukum sebagai bagian dari penyelenggaraan reforma agraria.
Artinya, persoalan agraria tidak hanya dilihat dari pertanyaan apakah suatu bidang tanah sudah bersertifikat atau belum.
Secara normatif, negara juga dituntut memiliki mekanisme untuk menghadapi konflik yang sudah terjadi, memulihkan hak pihak yang memang terbukti berhak, serta mencegah konflik baru.
Penguatan sistem data yang juga diatur dalam UU tersebut menjadi relevan dalam konteks ini.
Ini adalah analisis atas implikasi normatif UU, bukan pernyataan bahwa UU tersebut secara otomatis menyelesaikan perkara Arjuna atau Summarecon.
UU baru tersebut tidak serta-merta menentukan siapa yang benar dalam sengketa Arjuna. Demikian pula, keberadaannya tidak mengubah proses pembuktian dalam perkara pidana Summarecon.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan