“Enggak ada untuk bencana, apalagi bencana besarnya. Mudah-mudahan enggak ada bencana lagi, ya. Kita siapkan uang cukup,” kata Purbaya.
Dalam konteks tersebut, usulan tambahan anggaran Kemensos menjadi bagian penting dari kebutuhan pemulihan penyintas.
Pemerintah perlu memastikan dukungan tidak hanya tersedia ketika bencana terjadi, tetapi juga berlanjut ketika masyarakat mulai membangun kembali kehidupan mereka.
Beban APBN Bergantung Skala Bencana
Belum adanya angka final pengajuan tambahan anggaran Kemensos membuat besaran beban tambahan terhadap APBN belum dapat dihitung secara pasti.
Namun, pemerintah telah memberikan sinyal bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menghentikan penanganan bencana. Tambahan dana akan diberikan berdasarkan kebutuhan yang diajukan dan kondisi faktual di lapangan.
Artinya, besarnya beban APBN akan sangat bergantung pada skala bencana, jumlah masyarakat terdampak, durasi masa pemulihan, serta jenis bantuan yang dibutuhkan penyintas.
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana pemerintah memastikan tambahan anggaran tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak dan tidak berhenti pada penanganan jangka pendek.
Dengan demikian, pengajuan anggaran tambahan Kemensos bukan sekadar persoalan menambah belanja negara.
Yang lebih penting adalah memastikan setiap rupiah APBN yang dialokasikan untuk penyintas benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan mendukung proses pemulihan mereka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan