Pemerintah kemudian memperkuat sejumlah program untuk menjaga daya beli masyarakat, antara lain penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) tahap III, bantuan pangan beras 10 kilogram per bulan pada Oktober hingga Desember 2026, serta percepatan penyaluran SPHP beras medium melalui Perum Bulog.
Surplus Perdagangan dan Hilirisasi
Sinyal kedua datang dari sektor perdagangan. Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan kumulatif sebesar 7,25 miliar dolar AS sepanjang Januari-Agustus 2026.
Ekspor ditopang sejumlah komoditas utama, termasuk besi dan baja yang mencapai 19,18 miliar dolar AS atau tumbuh 4,88 persen, CPO dan turunannya sebesar 17,75 miliar dolar AS atau tumbuh 6,57 persen, serta batu bara sebesar 16,58 miliar dolar AS atau tumbuh 4,31 persen.
Ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen. Pemerintah melihat perkembangan tersebut sebagai salah satu indikasi kontribusi kebijakan hilirisasi terhadap kinerja ekspor nasional.
Di sisi impor, bahan baku atau penolong dan barang modal mendominasi struktur impor. Keduanya secara total mencapai 91,3 persen dari impor.
Peningkatan impor mesin atau peralatan mekanis sebesar 15,26 persen serta mesin dan perlengkapan elektrik sebesar 22,94 persen menunjukkan meningkatnya kebutuhan input produksi dan barang modal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan