Ekuitas Negatif
Rencana tersebut muncul ketika AirAsia Indonesia masih mencatat kondisi ekuitas negatif.
Berdasarkan data laporan keuangan 2025 yang tersedia pada laman hubungan investor perseroan, AirAsia Indonesia mencatat total aset sekitar Rp5,054 triliun dan pendapatan sekitar Rp7,874 triliun.
Perseroan juga mencatat rugi usaha sekitar Rp1,295 triliun pada tahun tersebut.
Kondisi ekuitas negatif menjadi bagian dari alasan perseroan mengevaluasi alternatif penambahan modal dan restrukturisasi kewajiban.
Dalam keterbukaan informasi 30 September 2026, AirAsia Indonesia menyebut langkah tersebut berkaitan dengan upaya memperbaiki kondisi ekuitas serta kondisi yang menyebabkan saham perseroan mengalami suspensi.
Dua Skema Penambahan Modal
PMHMETD atau rights issue memberikan hak terlebih dahulu kepada pemegang saham untuk membeli saham baru yang diterbitkan perseroan.
Sementara PMTHMETD atau private placement dilakukan tanpa pemberian hak memesan efek terlebih dahulu kepada seluruh pemegang saham.
AirAsia Indonesia belum menyampaikan rincian mengenai jumlah saham baru maupun nilai modal yang akan dihimpun dari kedua opsi tersebut.
Dalam dokumen perusahaan sebelumnya, CMPP tercatat memiliki 10.685.124.441 saham yang tercatat di BEI.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan