Dari jumlah tersebut, sektor mineral menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp373,1 triliun.
Total realisasi investasi Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun. Investasi tersebut terdiri dari penanaman modal dalam negeri sebesar Rp1.030,3 triliun dan penanaman modal asing sebesar Rp900,9 triliun.
Hilirisasi Berlanjut pada 2026
Momentum tersebut berlanjut pada semester pertama 2026.
BKPM mencatat realisasi investasi nasional Januari–Juni 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi tersebut menyerap sekitar 1,45 juta tenaga kerja.
Pada periode yang sama, investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun, atau sekitar 29,7 persen dari total investasi nasional. Komoditas mineral seperti bauksit, nikel, tembaga, besi dan baja serta pasir silika masih menjadi bagian utama investasi hilirisasi.
Namun, komposisi investasi hilirisasi mulai berubah. BKPM mencatat pada kuartal II 2026, bauksit untuk pertama kalinya berada di posisi teratas, sementara nikel sebelumnya menjadi komoditas utama investasi hilirisasi.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa agenda hilirisasi mulai berkembang melampaui nikel.
Dari Pertambangan ke Kawasan Industri
Hilirisasi juga mengubah kebutuhan terhadap kawasan industri.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan