Data BPS juga menunjukkan produk nikel menjadi salah satu komoditas yang mendominasi ekspor Indonesia ke China, bersama besi dan baja serta bahan bakar mineral.
Dengan demikian, hilirisasi mengubah hubungan antara tambang dan perdagangan luar negeri: bahan baku mineral tidak berhenti pada tahap ekstraksi, tetapi masuk ke rantai produksi sebelum menjadi komoditas ekspor.
Hilirisasi dan Industri Baterai
Salah satu narasi besar dalam hilirisasi nikel adalah pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Nikel dapat menjadi bagian dari rantai pasok material baterai, meskipun tidak seluruh jenis baterai kendaraan listrik menggunakan nikel.
Karena itu, pengembangan industri nikel tidak otomatis berarti Indonesia telah memiliki industri kendaraan listrik secara penuh. Untuk mencapai rantai nilai yang lebih panjang, diperlukan investasi pada berbagai tahap, mulai dari pemrosesan mineral, bahan kimia, material katoda, sel baterai hingga manufaktur kendaraan dan komponen.
Studi BKPM mengenai percepatan hilirisasi nikel secara khusus memetakan produk hilir untuk dua rantai utama, yakni baja nirkarat dan baterai kendaraan listrik.
Uang Investasi Mengalir ke Mana?
Dari sudut pandang ekonomi, hilirisasi dapat dibaca sebagai perpindahan pusat nilai dari aktivitas ekstraksi menuju aktivitas pengolahan dan manufaktur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan