JAKARTA — Hilirisasi menjadi salah satu strategi utama Indonesia untuk mengubah pola pengelolaan sumber daya alam dari ekspor bahan mentah menuju pengolahan dan produksi bernilai tambah di dalam negeri.

Nikel menjadi salah satu contoh paling penting. Komoditas ini tidak lagi hanya diposisikan sebagai hasil tambang untuk diekspor, tetapi menjadi bagian dari rantai industri yang mencakup smelter, produk antara, baja tahan karat hingga bahan baku baterai kendaraan listrik.

Perubahan tersebut membuat hilirisasi nikel tidak hanya berkaitan dengan sektor pertambangan. Di dalamnya terdapat investasi, pembangunan kawasan industri, kebutuhan energi dan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, perdagangan internasional serta posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.

Dari Bijih Nikel ke Industri

Hilirisasi pada dasarnya berarti meningkatkan nilai tambah suatu komoditas melalui proses pengolahan di dalam negeri sebelum menjadi produk yang dipasarkan.

Dalam konteks nikel, rantainya dapat dimulai dari pertambangan bijih nikel, kemudian masuk ke fasilitas pengolahan dan pemurnian. Produk hasil pengolahan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan baku bagi industri lain.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memetakan rantai nilai nikel Indonesia yang mencakup produk hilir untuk industri baja nirkarat maupun baterai kendaraan listrik.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.