Dengan demikian, ukuran hilirisasi tidak hanya dilihat dari ada atau tidaknya smelter, tetapi juga dari seberapa panjang rantai industri yang dapat dibangun di dalam negeri.
Mengapa Nikel Menjadi Strategis?
Nikel menjadi salah satu komoditas strategis karena memiliki kegunaan dalam berbagai industri, termasuk baja nirkarat dan ekosistem baterai.
Indonesia memiliki cadangan dan sumber daya nikel yang besar sehingga komoditas tersebut menjadi salah satu basis pengembangan industri mineral.
Kebijakan hilirisasi kemudian diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sebelum komoditas masuk ke pasar global.
Pemerintah menyebut hilirisasi sebagai bagian dari strategi industrialisasi berbasis sumber daya alam, dengan sasaran antara lain meningkatkan nilai ekspor, memperkuat industri dalam negeri, menciptakan lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Investasi Menjadi Penggerak Hilirisasi
Hilirisasi membutuhkan investasi dalam jumlah besar karena pengolahan mineral membutuhkan smelter, pembangkit dan pasokan energi, pelabuhan, kawasan industri, fasilitas pengolahan serta infrastruktur pendukung lainnya.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan realisasi investasi hilirisasi sepanjang 2025 mencapai Rp584,1 triliun, atau 30,2 persen dari total realisasi investasi nasional. Angka tersebut tumbuh 43,3 persen dibandingkan 2024.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan