Di sektor nikel, baterai, dan kendaraan listrik (EV), misalnya, Luhut mendorong perusahaan dan mitra internasional membangun laboratorium bersama dengan Indonesia.

Kerja sama tersebut juga mencakup pelatihan bagi para insinyur nasional serta pemberian persoalan nyata kepada peneliti muda Indonesia untuk dikembangkan menjadi solusi teknologi.

Luhut menilai keterlibatan langsung para insinyur muda Indonesia dalam riset dan pengembangan teknologi bersama mitra internasional diperlukan untuk meningkatkan kapasitas nasional.

Dia juga menekankan pentingnya pendanaan jangka panjang dalam pengembangan teknologi.

Menurut Luhut, penelitian pada tahap awal membutuhkan pendanaan yang sabar. Teknologi yang dinilai menjanjikan kemudian membutuhkan proyek percontohan sebelum dapat dikembangkan dalam skala yang lebih besar.

Setelah proyek percontohan berhasil, investasi lanjutan diperlukan agar teknologi tersebut dapat diperluas dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

Untuk menjaga keberlanjutan investasi, Luhut memastikan pemerintah berkomitmen mempertahankan konsistensi kebijakan dan menyederhanakan prosedur birokrasi.

Langkah tersebut diarahkan agar komitmen investasi yang telah disepakati tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi dapat direalisasikan menjadi kegiatan usaha dan proyek konkret di Indonesia.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.