Reuters melaporkan harga Brent sempat berada di atas US$105 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan.

Tekanan juga muncul pada pasar produk olahan, khususnya diesel, yang mengalami kenaikan harga di Eropa dan Amerika Serikat.

Gangguan terhadap jalur alternatif turut menjadi perhatian. Arab Saudi sebelumnya menghentikan operasi salah satu jalur pipa minyak menuju Laut Merah setelah serangan drone, sehingga memengaruhi kemampuan negara-negara produsen Teluk mengalihkan sebagian ekspor dari Selat Hormuz.

Di tengah perkembangan tersebut, lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz terus menjadi indikator penting bagi pasar energi, sementara negosiasi dan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.