Yang kemudian berubah bukan hanya posisi PKI. Kekuatan Angkatan Darat semakin besar. Kekerasan massal terhadap orang-orang yang dituduh terkait komunisme terjadi di berbagai wilayah. Ruang politik Soekarno semakin menyempit. Keseimbangan yang selama bertahun-tahun berusaha dipertahankan mulai bergeser.

Dan ketika keseimbangan berubah, konstruksi politik yang dibangun di atasnya ikut berubah.

Supersemar dan berakhirnya kekuasaan Soekarno

Supersemar pada 11 Maret 1966 menjadi salah satu simpul penting dalam proses tersebut. Dokumen itu sendiri memiliki sejarah yang kontroversial. Berbagai versi naskah Supersemar pernah beredar dan persoalan mengenai dokumen tersebut masih menjadi bagian dari kajian historiografi.

Tetapi secara politik, periode setelah Supersemar memperlihatkan perubahan posisi yang semakin nyata.

Soeharto memperoleh ruang kekuasaan yang semakin besar. Sebaliknya, Soekarno semakin kehilangan kemampuan untuk mengendalikan arah politik nasional.

Perubahan itu tidak berlangsung dalam satu malam. Pada 12 Maret 1967, MPRS menetapkan TAP MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 yang mencabut kekuasaan pemerintahan negara dari Presiden Sukarno. Ketetapan tersebut menjadi salah satu tahap formal dalam berakhirnya kekuasaan Soekarno.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.