“100 hari pertama bukan panggung untuk mengumumkan sebanyak mungkin program, 100 hari pertama adalah fase membuktikan arah,” kata Suyudi saat menggelar fit and proper test sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR RI pada Kamis (1/10/2026).
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Suyudi tidak menempatkan 100 hari pertama sebagai perlombaan membuat program baru. Ia justru memulainya dengan pemeriksaan terhadap kondisi yang sudah ada.
Pendekatan itu juga terlihat dari pernyataannya mengenai keberlanjutan kepemimpinan.
“Sekaligus menjaga dan memperluas capaian yang telah dibangun para pendahulu,” kata Suyudi.
Dengan demikian, “Polisi Bersama Masyarakat” tidak harus dipahami sebagai penghapusan terhadap Presisi. Lebih tepat melihatnya sebagai pertanyaan lanjutan terhadap implementasi Presisi. Setelah sistem, teknologi, pelayanan dan mekanisme transformasi dibangun, apakah perubahan tersebut sudah sampai pada pengalaman masyarakat?
PR di Tubuh Polri
Persoalan tersebut lebih jauh masuk terkait keluhan masyarakat terhadap Polri tidak hanya berkaitan dengan kecepatan pelayanan.
Pada saat memperkenalkan agenda Presisi, Sigit sudah menempatkan profesionalitas, transparansi dan penegakan hukum berkeadilan sebagai bagian dari transformasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan