Riset Edi Saputra Hasibuan tahun 2023 misalnya, menempatkan kualitas pelayanan, kepuasan masyarakat, penegakan hukum, akuntabilitas, perubahan model kerja dan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari ukuran keberhasilan transformasi kepolisian.
Kerangka tersebut membuat persoalan Presisi menjadi lebih luas. Sebuah kebijakan dapat berjalan secara administratif, tetapi keberhasilannya tetap perlu dilihat dari dampaknya terhadap hubungan antara polisi dan masyarakat.
Dalam konteks itu, “Polisi Bersama Masyarakat” yang dibawa Suyudi dapat dibaca sebagai upaya menggeser titik berat dari sistem yang dibangun institusi menuju pengalaman yang dirasakan masyarakat.
Suyudi sendiri menempatkan pemeriksaan terhadap laporan masyarakat dan perkembangan perkara sebagai bagian dari agenda awalnya.
Pada 30 hari pertama, ia mengatakan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap institusi, membangun baseline, melihat laporan masyarakat, tunggakan dan perkembangan perkara serta pengaduan.
Ia juga akan memeriksa kesiapan Polres dan Polsek serta memetakan kejahatan yang memiliki dampak tinggi.
Pada hari ke-31 sampai ke-60, hasil pemeriksaan tersebut akan digunakan untuk menguji perbaikan. Sedangkan hari ke-61 sampai ke-100 diarahkan untuk menunjukkan hasil dan memperbaiki hal-hal yang belum berhasil.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan