Motif penggunanya beragam, mulai dari mencari teman berbicara, tertarik pada kemampuan teknologi, hingga untuk hiburan atau latihan komunikasi.

Karena itu, tidak tepat menganggap seluruh pengguna AI companion sebagai orang kesepian atau sebagai individu yang gagal membangun hubungan antarmanusia.

Dari sisi bisnis, salah satu aspek pentingnya adalah cara perusahaan mengatur akses fitur melalui tingkatan langganan.

Persoalan ini dibahas oleh Jianfeng Lan, KJ Kaixin Deng, dan Yingjia Huang dalam penelitian Subscribe to Intimacy: Platform Capitalism, Governance, and the Stratification of AI Companionship yang terbit di jurnal Telematics and Informatics (2026).

Studi tersebut menganalisis delapan aplikasi teman AI di Tiongkok dan Amerika Serikat menggunakan pendekatan analisis wacana teknokultural kritis, didukung 150 tangkapan layar antarmuka dan perbandingan dokumen kebijakan.

Peneliti mengidentifikasi empat dimensi yang membentuk pengalaman relasional.

Dimensi pertama adalah relational memory atau kemampuan sistem mempertahankan ingatan tentang percakapan sebelumnya.

Dimensi kedua adalah temporal co-presence yang berupa pengalaman ditemani secara berkelanjutan dari waktu ke waktu. Dimensi ketiga adalah expressive richness yang berkaitan dengan keluasan ekspresi dan respons sistem.

Dimensi keempat adalah relational subjectivity atau cara fitur aplikasi membentuk kesan bahwa interaksi terasa personal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas tersebut dialokasikan secara berbeda di antara tingkatan langganan.

Pembayaran tidak hanya berkaitan dengan kuota penggunaan, tetapi juga memengaruhi kemampuan layanan untuk mempertahankan konteks, memberikan respons yang lebih beragam, dan membangun kesinambungan percakapan.

Temuan utamanya terletak pada cara pengalaman interaksi dibagi menjadi fitur-fitur yang dapat diakses pada tingkat berbeda.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.