Site icon RMTVNEWS.COM

China Dorong Kerja Sama Pertahanan Lebih Nyata, Apa yang Disepakati Indonesia?

China Dorong Kerja Sama Pertahanan Lebih Nyata, Apa yang Disepakati Indonesia?

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri Beijing Xiangshan Forum 2026 di Beijing, China, Rabu (16/9/2026). ANTARA.

JAKARTA — China mendorong agar kerja sama pertahanan dengan Indonesia tidak berhenti pada kesepakatan politik, tetapi diterjemahkan menjadi kerja sama yang lebih konkret di antara kedua angkatan bersenjata.

Dorongan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Kolonel Senior Jiang Bin dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (24/9/2026).

“Kami bersedia bekerja sama dengan pihak Indonesia untuk melaksanakan konsensus penting kedua kepala negara dan lebih lanjut mendorong kerja sama nyata antara kedua angkatan bersenjata agar mencapai hasil yang lebih besar,” kata Jiang Bin, dilansir Antara.

Jiang mengatakan hubungan Indonesia dan China, termasuk hubungan kedua angkatan bersenjata, berada dalam kondisi bersahabat.

“Hubungan antara kedua negara dan kedua angkatan bersenjata saling bersahabat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah serangkaian pertemuan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin dengan pejabat pertahanan dan militer China.

Empat lini kerja sama

Salah satu pertemuan penting berlangsung pada 17 September 2026 ketika Sjafrie bertemu Wakil Ketua Central Military Commission (CMC) China Jenderal Zhang Shengmin di Beijing.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas penguatan arsitektur kerja sama pertahanan melalui mekanisme Forum 2+2 RI-China serta pembentukan kelompok kerja pada empat bidang.

Empat bidang tersebut meliputi peningkatan kapasitas Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) beserta dukungan logistik, perluasan latihan bersama, pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan Transfer of Technology (ToT), serta pertukaran informasi strategis.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menyebut empat lini tersebut sebagai bagian dari upaya menurunkan konsensus para pemimpin kedua negara ke tingkat operasional.

Dalam pertemuan tersebut, Zhang Shengmin mengatakan kerja sama keamanan merupakan salah satu wujud penting dari tingginya kepercayaan strategis antara kedua negara.

“Kedua angkatan bersenjata harus melaksanakan konsensus penting kedua kepala negara, memperkuat komunikasi strategis, meningkatkan pertukaran dan interaksi di berbagai tingkatan, memperluas kerja sama nyata di berbagai bidang, serta meningkatkan hubungan kedua angkatan bersenjata secara menyeluruh,” kata Zhang.

Pernyataan Zhang tersebut juga dikutip China Radio International (CRI) dalam pemberitaan mengenai pertemuannya dengan Sjafrie.

Sjafrie kemudian menegaskan posisi Indonesia dalam hubungan pertahanan dengan China tetap berada dalam kerangka politik luar negeri bebas aktif.

“Selain itu kami mendorong pertukaran dan kerja sama nyata kedua pihak agar membuahkan lebih banyak hasil dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi kedua negara beserta rakyatnya,” kata Sjafrie.

Dari Forum 2+2 hingga latihan militer

Arah kerja sama tersebut sebelumnya telah dibahas dalam Pertemuan 2+2 ke-2 Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Indonesia-China di Jakarta pada 21 Agustus 2026.

Dalam pertemuan yang dihadiri Sjafrie bersama Menteri Luar Negeri Sugiono serta delegasi China yang dipimpin Menteri Luar Negeri Wang Yi dan Menteri Pertahanan Dong Jun itu, kedua negara sepakat meningkatkan intensitas komunikasi dan interaksi antara kementerian pertahanan serta TNI dan People’s Liberation Army (PLA).

Kerja sama latihan, pendidikan, dan pertukaran personel juga akan dikembangkan, termasuk melalui Latihan Bersama Heping Garuda.

Indonesia juga menekankan pentingnya transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam kerja sama peralatan dan industri pertahanan.

Selain kerja sama militer konvensional, kedua negara membahas penanganan ancaman keamanan nontradisional, seperti terorisme, perdagangan manusia, penipuan daring, dan kejahatan siber.

Kerja sama tersebut diarahkan melalui koordinasi, pertukaran informasi, pengembangan kapasitas, dan dialog teknis dengan tetap menghormati hukum nasional serta kedaulatan masing-masing negara.

Keamanan maritim dan Laut China Selatan

Kerja sama pertahanan Indonesia-China juga berkaitan dengan keamanan maritim.

Dalam pertemuan 2+2 pada Agustus, kedua negara membahas pelaksanaan dokumen kerja sama keamanan maritim serta upaya menjaga keamanan dan kelancaran jalur pelayaran utama.

Indonesia dan China juga membahas situasi Laut China Selatan. Jakarta menekankan pentingnya kawasan tersebut tetap menjadi kawasan perdamaian dan kerja sama.

Kedua negara mendukung implementasi Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) serta mendorong penyelesaian Code of Conduct (CoC) dalam kerangka ASEAN-China dengan tetap mengedepankan sentralitas ASEAN.

Kerja sama pertahanan juga telah diwujudkan dalam bentuk kegiatan militer. Pada 12 Agustus 2026, TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut PLA melaksanakan latihan lintas laut atau Passing Exercise (Passex) dalam perjalanan pulang KRI I Gusti Ngurah Rai-332 ke Indonesia.

Latihan tersebut menjadi bagian dari diplomasi maritim kedua negara.

Indonesia tetap membawa prinsip bebas aktif

Di tengah peningkatan kerja sama pertahanan dengan Beijing, pemerintah Indonesia menegaskan hubungan tersebut tidak mengubah prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Dalam pertemuan dengan Zhang Shengmin, Sjafrie menyatakan Indonesia teguh menjalankan kebijakan “Satu China” dan bersedia menjadikan konsensus kedua kepala negara sebagai pedoman hubungan bilateral.

Kementerian Pertahanan RI juga menyebut seluruh penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-China dibangun berdasarkan prinsip bebas aktif dan nonblok, kepentingan nasional, saling menghormati, serta kepentingan dan manfaat bersama.

Dengan demikian, kerja sama yang kini didorong menjadi lebih konkret mencakup bukan hanya hubungan antarkementerian, tetapi juga Alpalhankam dan logistik, latihan militer, pendidikan dan transfer teknologi, pertukaran personel serta informasi strategis.

China mendorong kerja sama pertahanan lebih nyata dengan Indonesia. Empat lini yang dibahas mencakup Alpalhankam, latihan bersama, transfer teknologi, dan informasi strategis.

 

 

Exit mobile version