Dalam pertemuan yang dihadiri Sjafrie bersama Menteri Luar Negeri Sugiono serta delegasi China yang dipimpin Menteri Luar Negeri Wang Yi dan Menteri Pertahanan Dong Jun itu, kedua negara sepakat meningkatkan intensitas komunikasi dan interaksi antara kementerian pertahanan serta TNI dan People’s Liberation Army (PLA).
Kerja sama latihan, pendidikan, dan pertukaran personel juga akan dikembangkan, termasuk melalui Latihan Bersama Heping Garuda.
Indonesia juga menekankan pentingnya transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam kerja sama peralatan dan industri pertahanan.
Selain kerja sama militer konvensional, kedua negara membahas penanganan ancaman keamanan nontradisional, seperti terorisme, perdagangan manusia, penipuan daring, dan kejahatan siber.
Kerja sama tersebut diarahkan melalui koordinasi, pertukaran informasi, pengembangan kapasitas, dan dialog teknis dengan tetap menghormati hukum nasional serta kedaulatan masing-masing negara.
Keamanan maritim dan Laut China Selatan
Kerja sama pertahanan Indonesia-China juga berkaitan dengan keamanan maritim.
Dalam pertemuan 2+2 pada Agustus, kedua negara membahas pelaksanaan dokumen kerja sama keamanan maritim serta upaya menjaga keamanan dan kelancaran jalur pelayaran utama.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan