Indonesia dan China juga membahas situasi Laut China Selatan. Jakarta menekankan pentingnya kawasan tersebut tetap menjadi kawasan perdamaian dan kerja sama.
Kedua negara mendukung implementasi Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) serta mendorong penyelesaian Code of Conduct (CoC) dalam kerangka ASEAN-China dengan tetap mengedepankan sentralitas ASEAN.
Kerja sama pertahanan juga telah diwujudkan dalam bentuk kegiatan militer. Pada 12 Agustus 2026, TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut PLA melaksanakan latihan lintas laut atau Passing Exercise (Passex) dalam perjalanan pulang KRI I Gusti Ngurah Rai-332 ke Indonesia.
Latihan tersebut menjadi bagian dari diplomasi maritim kedua negara.
Indonesia tetap membawa prinsip bebas aktif
Di tengah peningkatan kerja sama pertahanan dengan Beijing, pemerintah Indonesia menegaskan hubungan tersebut tidak mengubah prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Dalam pertemuan dengan Zhang Shengmin, Sjafrie menyatakan Indonesia teguh menjalankan kebijakan “Satu China” dan bersedia menjadikan konsensus kedua kepala negara sebagai pedoman hubungan bilateral.
Kementerian Pertahanan RI juga menyebut seluruh penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-China dibangun berdasarkan prinsip bebas aktif dan nonblok, kepentingan nasional, saling menghormati, serta kepentingan dan manfaat bersama.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan