Sarmuji menyebut tuduhan keterlibatan Bahlil dalam kasus penyadapan sebagai informasi yang tidak memiliki dasar data valid.
“Sesuatu yang tidak bisa dikonfirmasi, sebenarnya tidak perlu dihiraukan,” kata Sarmuji saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/11/2026).
Ia juga mengingatkan adanya rumor yang pernah menyeret nama Bahlil pada 2024. Menurut Sarmuji, tuduhan yang ketika itu berkembang di ruang publik belakangan terbukti salah alamat.
“Dan sebenarnya hal yang seperti itu di-skip saja, karena tidak terkonfirmasi dan kebenarannya tidak bisa diverifikasi, ya?” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, beredarnya flyer belum dengan sendirinya membuktikan bahwa Munaslub telah menjadi agenda resmi Partai Golkar.
Demikian pula pencantuman nama Ahmad Doli Kurnia dalam poster tersebut belum dapat dipastikan sebagai deklarasi pencalonan yang telah memperoleh dukungan resmi dari internal partai.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan