JAKARTA, RMTVNews.com — Dinamika internal Partai Golkar menjadi sorotan setelah beredar flyer digital yang menyerukan penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Dalam materi tersebut, nama politikus senior Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung dicantumkan sebagai calon ketua umum untuk menggantikan Bahlil Lahadalia.

Flyer yang beredar pada Jumat (6/11/2026) itu memuat rencana pelaksanaan Munaslub pada 29 November 2026 di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta.

Poster tersebut juga membawa narasi ajakan untuk menyelamatkan Golkar dari apa yang disebut sebagai “Geng Solo”.

Beredarnya materi tersebut berlangsung ketika Bahlil tengah menghadapi sorotan setelah namanya dikaitkan dengan dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Spekulasi mengenai keterlibatan Bahlil muncul setelah pernyataan pengamat intelijen Sri Radjasa Chandra mengenai sosok ketua umum partai politik yang disebut berada di kawasan Widya Chandra beberapa jam sebelum penggerebekan terkait perkara penyadapan.

Ciri-ciri yang disampaikan dalam pernyataan tersebut kemudian memunculkan spekulasi di ruang publik yang mengarah kepada Bahlil.

Namun, tuduhan tersebut belum menjadi fakta hukum.

Bahlil sebelumnya telah membantah keterlibatannya. Ketua Umum Golkar itu juga menyatakan akan melayangkan somasi kepada pihak-pihak yang mencatut namanya dan memberikan tenggat 3×24 jam untuk klarifikasi.

“Saya minta kepada pihak yang menggulirkan isu itu, jangan asal bicara dan saya minta polisi usut tuntas. Kepada beberapa orang yang sudah mencatut nama saya, saya akan memberikan somasi 3×24 jam terhitung sejak hari ini. Kalau tidak mengklarifikasinya, saya akan melakukan proses hukum,” kata Bahlil di Ambon, Maluku, Sabtu (7/11/2026).

Golkar Sebut Isu Belum Terverifikasi

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menanggapi isu yang menyeret nama Bahlil dan beredarnya dorongan Munaslub dengan meminta kader tidak terpancing spekulasi.

Sarmuji menyebut tuduhan keterlibatan Bahlil dalam kasus penyadapan sebagai informasi yang tidak memiliki dasar data valid.

“Sesuatu yang tidak bisa dikonfirmasi, sebenarnya tidak perlu dihiraukan,” kata Sarmuji saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/11/2026).

Ia juga mengingatkan adanya rumor yang pernah menyeret nama Bahlil pada 2024. Menurut Sarmuji, tuduhan yang ketika itu berkembang di ruang publik belakangan terbukti salah alamat.

“Dan sebenarnya hal yang seperti itu di-skip saja, karena tidak terkonfirmasi dan kebenarannya tidak bisa diverifikasi, ya?” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, beredarnya flyer belum dengan sendirinya membuktikan bahwa Munaslub telah menjadi agenda resmi Partai Golkar.

Demikian pula pencantuman nama Ahmad Doli Kurnia dalam poster tersebut belum dapat dipastikan sebagai deklarasi pencalonan yang telah memperoleh dukungan resmi dari internal partai.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.