Ia juga meminta proses hukum dihormati dan semua pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Gubernur NTB Minta Pesantren Tidak Distigma

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal turut merespons mencuatnya kasus tersebut.

Ia meminta dugaan pelanggaran oleh individu tidak kemudian menghasilkan stigma terhadap seluruh lembaga pesantren di NTB.

“Jangan sampai terjadi stigma tentang pesantren. Pesantren adalah pesantren, jumlahnya ribuan. Ini satu dua kasus, kalau ini terjadi di pesantren kami sangat prihatin,” kata Iqbal, Rabu (23/9/2026).

Ia menegaskan proses hukum terhadap pihak yang diduga melakukan pelanggaran harus tetap berjalan.

“Kalau ada satu dua kasus yang melakukan ini, yang akan kita selesaikan secara hukum pasti akan kita tindaklanjuti,” ujarnya.

Iqbal juga menyoroti tantangan pengawasan di lingkungan pendidikan berasrama yang menurutnya dapat membuat sejumlah persoalan tidak mudah terlihat dari luar.

“Masalahnya banyak juga kejadian tersembunyi, seperti istilah api dalam sekam, kita tidak tahu kejadiannya di dalam karena ekosistem yang tertutup,” katanya.

Anggota Komisi III DPR RI Abdullah juga meminta kepolisian mengusut dugaan kasus tersebut secara menyeluruh.

Ia menegaskan status sosial maupun posisi seseorang di lingkungan pesantren tidak boleh menjadi penghalang dalam proses hukum.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.