Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas industri perbankan.

Dian mencontohkan kasus Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat yang mengalami kolaps setelah muncul kekhawatiran dan penarikan dana oleh nasabah.

“Bank itu adalah bisnis kepercayaan. Ini pembelajaran kita bahwa kalau misalnya ada serangan-serangan yang dilakukan melalui medsos ini sangat berbahaya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dana yang dihimpun bank pada umumnya disalurkan kembali dalam bentuk kredit dengan jangka waktu tiga hingga lima tahun.

Sementara itu, penarikan dana oleh nasabah berlangsung setiap hari dengan pola yang relatif dapat diperkirakan.

Dalam kondisi normal, kebutuhan penarikan dana disebut berada di kisaran Rp10 miliar per hari.

Namun, ketika terjadi kepanikan, jumlah tersebut dapat meningkat menjadi Rp20 miliar hingga Rp30 miliar per hari.

Lonjakan penarikan dalam waktu singkat berpotensi menimbulkan tekanan likuiditas bagi bank.

“Sehingga harapan saya kepada masyarakat yang menjadi nasabah bank, jangan panik. Tentu saja kita juga akan melakukan langkah-langkah untuk menjaga bank tetap running sebagaimana seharusnya,” ujar Dian.

Sementara proses pemulihan layanan MotionBank berlangsung, OJK mengarahkan nasabah untuk menggunakan fasilitas alternatif.

Nasabah dapat melakukan penarikan tunai melalui ATM atau mendatangi kantor cabang MNC Bank terdekat.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.