JAKARTA — Survei Poltracking Indonesia terbaru memotret peta elektoral dan dinamika partai politik di Indonesia pada pertengahan 2026. Survei ini tidak hanya mengukur elektabilitas partai politik, tetapi juga melihat hubungan publik dengan partai, pertimbangan dalam memilih calon legislatif, serta tingkat pengenalan masyarakat terhadap wakilnya di DPR RI.

Survei Poltracking dilakukan pada 14–20 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi.

Pengambilan sampel menggunakan metode stratified multistage random sampling dan wawancara tatap muka. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Elektabilitas partai politik dalam survei Poltracking

Dalam simulasi surat suara yang melibatkan 18 partai politik, Partai Gerindra tercatat dengan elektabilitas 23,2 persen. PDI Perjuangan memperoleh 11,6 persen, sedangkan Partai Golkar 10,4 persen.

Selanjutnya, PKB memperoleh 6,2 persen, Partai Demokrat 6,1 persen, NasDem 4,4 persen, PAN 3,4 persen, PKS 3,3 persen, PSI 2,3 persen, dan PPP 1,9 persen.

Sejumlah partai lainnya tercatat di bawah 1 persen. Sementara itu, 25,3 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab pilihan politiknya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.