Dengan demikian, kepercayaan terhadap partai sebagai institusi politik berada pada tingkat yang berbeda dengan keterikatan publik terhadap organisasi partai.

Temuan tersebut menjadi penting karena elektabilitas partai dalam survei tetap menunjukkan angka yang relatif tinggi, meski kedekatan organisasional dengan masyarakat rendah.

Figur Menjadi Alasan Memilih Partai

Peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro mengatakan kecenderungan publik memilih figur calon legislatif menjadi salah satu catatan bagi partai politik.

Dalam survei tersebut, 53,3 persen responden menyatakan lebih cenderung memilih calon anggota legislatif, sedangkan 24,7 persen lebih cenderung memilih partai politik.

“Figur dari tokoh-tokoh partai politik, calon-calon dari partai politik itu lebih cenderung menjadi alasan publik untuk memilih partai politik, karena kecenderungan dari caleg-calegnya,” ujar Yoki.

Menurut Yoki, temuan tersebut menjadi catatan bagi partai untuk memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas dan popularitas calon legislatif yang mereka usung.

Faktor keluarga menjadi alasan yang paling banyak disebut ketika responden ditanya mengenai alasan memilih partai, yakni 8,8 persen.

Berikutnya, 6,8 persen menyebut menyukai pimpinan atau ketokohan partai, 5,9 persen menyebut kinerja kader, dan 5,8 persen menyebut cara kampanye yang kreatif.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.