Talk show pada 14 Oktober menghadirkan Manager Consumer Campaign and Engagement Rainforest Alliance Margareth Meutia, Ketua Koperasi Serba Usaha Petani Kopi Toraja (KOPTAN PPKT) Thomas Upping, Cocoa & Coffee Programme Technical Advisor in Indonesia Rikolto Peni Agustijanto, serta Head of People and Coffee Solutions Anomali Group Donna Elvina Amelia.

Diskusi tersebut membahas tantangan penerapan praktik pertanian berkelanjutan, pengalaman petani, serta strategi pelaku usaha dalam menerapkan pengadaan berkelanjutan dan sertifikasi.

Untuk memperluas edukasi publik, ACT! Project tengah mengembangkan perangkat komunikasi bagi sektor ritel dan HoReKa, mengadakan lokakarya dengan pemangku kepentingan, serta melibatkan mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut antara lain menyasar Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta dan Universitas Udayana di Bali.

Melalui rangkaian program tersebut, ACT! Project menargetkan edukasi kepada 800.000 konsumen hingga 2028, dengan harapan semakin banyak masyarakat memilih produk kopi, cokelat, teh, dan minyak kelapa sawit bersertifikat.

Konsorsium ini juga menargetkan pertumbuhan konsumsi dan produksi domestik produk bersertifikat sebesar 5% pada periode program hingga 2028.