Rully menyebut harga minyak yang masih tinggi meningkatkan ekspektasi inflasi global dan imbal hasil obligasi AS atau US Treasury yield.
Mengutip Anadolu, harga minyak mentah Brent turun sekitar 3 persen pada perdagangan Selasa menjadi sekitar 106 dolar AS per barel.
Harga tersebut berbalik turun setelah sempat mendekati 112 dolar AS per barel dalam sesi perdagangan yang sama.
Pergerakan harga minyak menjadi perhatian karena dapat memengaruhi tekanan inflasi global dan biaya energi, sementara perubahan imbal hasil obligasi AS memengaruhi keputusan investor dalam menempatkan modal di pasar internasional.
Keputusan BI mengenai suku bunga acuan kini menjadi penentu utama pergerakan rupiah di pasar domestik, meski arah nilai tukar secara keseluruhan tetap dibentuk oleh kombinasi kebijakan moneter, kondisi ekonomi, dan sentimen global.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan