JAKARTA, RMTVNews.com — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyoroti kebersamaan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran). Ia juga menilai hubungan Indonesia dengan Rusia, Amerika Serikat (AS), China, dan negara-negara Timur Tengah berjalan baik.

Pernyataan itu disampaikan Maruarar seusai menghadiri rapat kabinet di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/10/2026) malam. Ia menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran yang memasuki tahun kedua.

Raapat kabinet di Istana Bogor dihadiri sejumlah menteri, wakil menteri, pimpinan lembaga, serta pejabat TNI dan Polri.

“Bersyukur dua tahun, ya, dan Presiden membangun kebersamaan,” kata Maruarar, Jumat (16/10/2026).

Menurut Maruarar, kebersamaan yang dibangun Prabowo dan hubungan Indonesia dengan berbagai negara menjadi dua hal yang patut disoroti selama pemerintahan tersebut.

“Yang kedua, dengan Rusia juga ada hal-hal baik yang sudah dilakukan, yang konkret. Persahabatan dengan Rusia berjalan baik, sesuai politik bebas aktif. Dengan Rusia, Amerika, China, maupun negara-negara Timur Tengah, semua berjalan baik,” ujarnya.

Pernyataan tersebut merujuk pada hubungan luar negeri Indonesia dengan sejumlah negara yang memiliki kepentingan strategis berbeda, mulai dari kerja sama ekonomi hingga persoalan geopolitik.

Prabowo dan Putin Perkuat Kemitraan Strategis

Hubungan Indonesia dengan Rusia menjadi salah satu contoh diplomasi bilateral yang dijalankan pada masa pemerintahan Prabowo.

Pada 19 Juni 2025, Prabowo bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, Rusia. Pertemuan tersebut berlangsung menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia.

Dalam pernyataan pers bersama, Prabowo menegaskan pentingnya hubungan kedua negara yang telah terjalin sejak awal kemerdekaan Indonesia.

Ia juga menyebut kontribusi Uni Soviet, pendahulu Rusia, dalam mendukung pembangunan Indonesia.

Putin menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra utama Rusia di kawasan Asia Pasifik. Kedua pemimpin juga menyampaikan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang.

Sehari setelah pertemuan bilateral tersebut, Prabowo kembali menegaskan posisi Indonesia yang tidak berpihak pada blok kekuatan tertentu.

Dalam forum St. Petersburg International Economic Forum pada 20 Juni 2025, ia menyampaikan bahwa Indonesia berpegang pada prinsip nonblok dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Prabowo juga menyinggung pentingnya peran berbagai negara dalam meredakan ketegangan internasional dan mendorong penyelesaian damai.

Prabowo dan Trump Sepakati Perjanjian Perdagangan

Hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat juga ditandai dengan kesepakatan di bidang perdagangan.

Pada 19 Februari 2026, Prabowo dan Presiden AS Donald Trump menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik atau Agreement on Reciprocal Trade di Washington, D.C.

Sekretariat Negara menyebut perjanjian tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan strategis. Kedua pemerintah menyatakan komitmen untuk melaksanakan kesepakatan tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa perjanjian itu mencakup pengaturan tarif bagi sejumlah produk Indonesia yang masuk ke pasar AS.

Pemerintah Indonesia menyebut sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia memperoleh fasilitas tarif nol persen berdasarkan dokumen perjanjian.

Produk tersebut mencakup komoditas pertanian dan industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik, serta komponen pesawat terbang.

Sebagai bagian dari kesepakatan timbal balik, Indonesia juga memberikan fasilitas tarif nol persen untuk sejumlah produk utama asal AS, termasuk komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai.

Pemerintah menyatakan pelaksanaan perjanjian mengikuti proses hukum yang berlaku di kedua negara.

Kesepakatan perdagangan itu menjadi salah satu agenda konkret dalam hubungan pemerintahan Prabowo dengan pemerintahan Trump.

Namun, kerja sama tersebut berada dalam ranah ekonomi dan tidak dengan sendirinya menggambarkan seluruh aspek hubungan bilateral kedua negara.

China dan Timur Tengah dalam Politik Bebas Aktif

Selain Rusia dan Amerika Serikat, Maruarar menyebut China dan negara-negara Timur Tengah sebagai bagian dari hubungan luar negeri Indonesia yang dinilainya berjalan baik.

Penyebutan negara-negara tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang menjadi landasan diplomasi Indonesia.

Prinsip bebas berarti Indonesia tidak mengikatkan diri pada blok kekuatan tertentu, sedangkan aktif berarti Indonesia berperan dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia.

Dalam keterangannya pada Jumat malam, Maruarar tidak merinci bentuk kerja sama konkret dengan China maupun negara-negara Timur Tengah yang menjadi dasar penilaiannya.

Ia juga tidak menyebut perjanjian atau program tertentu yang secara khusus menjadi tolok ukur hubungan Indonesia dengan negara-negara tersebut.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.