Data tersebut memperlihatkan adanya perbedaan antara pilihan terhadap figur dan pilihan terhadap institusi partai.

Sebanyak 53,3 persen responden menyatakan lebih cenderung memilih caleg, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 24,7 persen yang menyatakan lebih cenderung memilih partai politik.

Namun, angka tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa mesin politik berbasis figur telah menggantikan peran partai.

Data survei hanya menunjukkan kecenderungan preferensi responden dalam memilih pada Pileg.

Ketika Identitas Partai Tidak Cukup

Temuan tersebut menjadi menarik jika dibaca bersama dengan tingkat kedekatan publik terhadap partai politik.

Poltracking mencatat hanya 12,3 persen responden yang merasa dekat atau menjadi bagian dari partai politik.

Sebaliknya, 66,8 persen menyatakan tidak merasa dekat dengan partai politik.

Meski demikian, tingkat kepercayaan terhadap keberadaan partai masih mencapai 49,7 persen, sedangkan 37,1 persen menyatakan tidak percaya.

Dengan kata lain, keberadaan partai masih diterima oleh sebagian besar publik, tetapi kedekatan organisasional dengan partai relatif rendah.

Dalam kondisi tersebut, figur caleg dapat menjadi titik temu yang lebih konkret antara partai dan pemilih.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.