Said mengatakan pertumbuhan ekonomi tidak hanya harus dilihat dari angka nasional, tetapi juga dari pemerataan kesempatan ekonomi antarwilayah.
Menurut dia, alamat tempat seseorang dilahirkan tidak seharusnya menentukan seberapa besar kesempatan yang dimiliki untuk berkembang.
Ia menyebut kemajuan Jakarta perlu berjalan bersama dengan Madura, Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, serta desa-desa di Jawa.
APBN, kata Said, harus menjadi instrumen untuk memperpendek kesenjangan tersebut sehingga manfaat belanja negara dapat dirasakan tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga sampai ke desa, sawah, sekolah, puskesmas, pasar, dan keluarga.
“APBN bukan sekadar tentang berapa besar uang yang dapat dibelanjakan negara, melainkan seberapa besar perubahan yang dirasakan rakyat setelah uang itu dibelanjakan,” pungkas Said Abdullah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan