Sebaliknya, jika PSI berkembang dengan kepentingan, struktur, dan kalkulasi elektoralnya sendiri, maka masuknya Jokowi justru menjadi awal dari negosiasi baru antara pengaruh personal dan otonomi partai.

Di situlah inti persoalannya. Jokowi masuk ke partai yang dipimpin anaknya, tetapi masa depan PSI tidak hanya ditentukan oleh hubungan ayah dan anak. Yang menentukan adalah apakah modal politik Jokowi dapat menjadi modal institusi—atau justru harus berhadapan dengan kepentingan institusi yang dibangun Kaesang.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.