Sebaliknya, partai dengan suara yang lebih terkonsentrasi di dapil tertentu dapat memperoleh kursi di wilayah tersebut berdasarkan hasil penghitungan yang berlaku.

Dari Suara ke Kursi DPR

Jika disederhanakan, mekanisme penentuan kursi DPR dapat digambarkan sebagai berikut:

Suara pemilih → penghitungan suara → parliamentary threshold → penghitungan per dapil → metode Sainte-Laguë → jumlah kursi partai → penentuan calon terpilih.

Setiap tahap memiliki fungsi berbeda.

Parliamentary threshold menentukan partai yang dapat mengikuti penghitungan kursi DPR secara nasional. Dapil menentukan wilayah tempat kursi dialokasikan.

Sainte-Laguë mengubah suara partai menjadi jumlah kursi. Setelah itu, ketentuan sistem proporsional terbuka menentukan calon yang mengisi kursi tersebut.

Karena itu, kursi DPR bukan sekadar hasil dari jumlah suara yang diperoleh sebuah partai, melainkan hasil dari rangkaian mekanisme yang diatur dalam sistem pemilu.

Apa Hubungannya dengan Parliamentary Threshold?

Parliamentary threshold dan metode Sainte-Laguë berada pada tahapan berbeda, tetapi keduanya memengaruhi perjalanan suara menuju kursi DPR.

Threshold bekerja sebagai pintu masuk dalam penghitungan kursi DPR. Setelah partai memenuhi syarat tersebut, suara partai di setiap dapil kemudian masuk ke proses konversi kursi.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.