Menurut Huda, keterlibatan badan klasifikasi lain dapat menjadi pembanding dalam sistem pemeriksaan dan sertifikasi kapal.

Ia juga mengingatkan bahwa sertifikasi kelaikan bukan satu-satunya faktor yang menentukan keselamatan pelayaran.

Sepanjang 2026, sejumlah kecelakaan kapal terjadi di berbagai wilayah. KM Nurul Salsa tenggelam di Kepulauan Selayar pada Juli.

Pada Agustus, KMP Mutiara Sentosa II terbakar di perairan Sumenep, disusul kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Lombok.

Insiden tersebut kemudian diikuti tenggelamnya KM Virgo Transport 8 pada September dan terbakarnya KMP Batumandi di Merak pada Oktober.

Huda menyatakan pembenahan sertifikasi perlu berjalan bersama perbaikan aspek keselamatan lainnya agar kecelakaan pelayaran tidak terus berulang.

“Kami memahami bahwa sertifikasi kelaikan kapal hanya salah satu masalah dari banyak pemicu kecelakaan kapal di Indonesia,” katanya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.