Cerpennya juga memperburuk posisinya. Di titik ini cinta dan politik tidak lagi berjalan terpisah. Keduanya sama-sama ditekan oleh kuasa yang lebih besar daripada para tokohnya.
Warna Lokal Timor
Salah satu kekuatan Sabana adalah cara ia menghadirkan budaya setempat tanpa menjadikannya hiasan. Istilah tais (kain tenun), atusit (dukun), bonet (tarian), sopi, unu, sifon, dan Uis Neno hadir dalam percakapan dan ritual para tokoh.
Sebagian diberi catatan kaki. Menurut kritikus sastra Marsel Robot, arwah dalam kepercayaan Timor adalah penghubung antara orang hidup dan Uis Neno. Itu menjelaskan mengapa mimpi Agus Amanatun dianggap pertanda, bukan sekadar gangguan tidur.
Novel ini juga tidak menyajikan Timor yang seragam. Keluarga Ema bukan keluarga Dawan murni. Ibunya orang Manggarai, dan Ema tidak memakai panggilan aina atau ama seperti orang Dawan umumnya.
Pada pengantar, Misel Gual menyebut sahabat dan informan yang membantunya mengenal budaya Dawan. Penulisnya sendiri lahir di Manggarai, dan inspirasi novel ini tumbuh selama masa novisiatnya di Soe.
Rasa “orang yang datang belajar” itu terbaca dalam cara novel memperkenalkan istilah dan adat.
Komentar kritikus Yohanes Sehandi di sampul dalam menempatkan novel ini sebagai “sastra NTT” yang mengingatkan pada Cumbuan Sabana (1979) karya Gerson Poyk, juga berlatar tanah Timor.
Kelimpahan dan Tempo
Ambisi Sabana besar, dan di situlah tantangannya. Percintaan Ema–Rosa, kisah Basty–Fatima, bayang-bayang Usif Kaesnai, nasib Aleta Suai, warung Mbak Sum, humor Bento Bulat dan Atus, puisi pembuka bab, serta tuduhan polisi semuanya mencari ruang.
Sebagian jalur terasa lebih hidup daripada yang lain, dan sambungannya kadang longgar.
Tempo cerita pun tidak merata. Bab-bab yang berisi percakapan, mimpi, dan perenungan cinta berjalan panjang. Padahal puncak konflik, yaitu penyerbuan lokasi tambang dengan belasan korban, disampaikan jauh lebih ringkas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan