Pergeseran elektabilitas dalam simulasi SMRC tersebut dipicu oleh sentimen publik terkait evaluasi masa pemerintahan.
Menurut Deni, tren penurunan elektabilitas tersebut sejalan dengan dinamika penilaian publik di lapangan.
“Penurunan tersebut berlanjut hingga Oktober dan belum menunjukkan tanda pemulihan dalam hasil survei terbaru. Tren itu sejalan dengan penurunan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah,” tutur Deni Irvani.
Meskipun jadwal survei kedua lembaga berdekatan—PPI pada 26 September hingga 6 Oktober dan SMRC pada 1 hingga 10 Oktober 2026—serta sama-sama menerapkan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,8 hingga 2,9 persen, perbedaan instrumen pengumpulan data terbukti menghasilkan gambaran peta politik yang kontras.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pola dukungan pemilih sangat sensitif terhadap format pertanyaan terbuka (unprompted) versus simulasi daftar nama (prompted).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Add to Google
Tinggalkan Balasan