Gabungan dari kedua kategori jawaban tersebut berjumlah 97,9 persen. Adapun porsi 2,1 persen sisanya merupakan jawaban yang tidak terakomodasi dalam dua kategori utama dan membutuhkan konfirmasi lanjutan melalui tabulasi data mentah.

Temuan SMRC ini menandai dinamika kurva kepuasan yang bergerak secara gradual. Jika dirunut ke belakang, kepuasan terhadap kinerja Prabowo versi SMRC sempat menyentuh angka 81,2 persen pada November 2025.

Angka tersebut kemudian bergerak melandai menjadi 66,4 persen pada periode Februari–Maret 2026, turun kembali ke posisi 51,1 persen pada Juli 2026, hingga akhirnya menyentuh level 44,5 persen pada Oktober 2026.

Pada ranah yang paralel, Poltracking Indonesia melangsungkan pengumpulan data lapangan pada 30 September hingga 7 Oktober 2026.

Hasilnya menunjukkan 55,3 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, 40,9 persen mengaku tidak puas, dan 3,8 persen sisanya memilih tidak tahu atau tidak menjawab.

Sementara itu, PPI menggelar survei lapangannya pada rentang 26 September hingga 6 Oktober 2026. Hasil pengolahan data PPI mencatat 65,4 persen responden merasa puas terhadap kinerja pemerintah, 32,5 persen tidak puas, dan 2,1 persen responden tergolong dalam kategori tidak tahu atau tidak menjawab.

Fakta bahwa periode pengumpulan data ketiga lembaga saling beririsan mengindikasikan bahwa perbedaan hasil yang muncul tidak dapat serta-merta ditafsirkan sebagai pergeseran drastis atau gejolak opini publik dalam hitungan hari.

Kedekatan waktu pelaksanaan survei juga tidak menjamin bahwa ketiga lembaga sedang mengukur objek yang identik dengan instrumen yang sebanding.

Pertanyaan awal yang patut diajukan oleh ruang redaksi dan publik bukanlah tentang lembaga mana yang paling presisi, melainkan mengenai apa redaksi kuesioner yang diajukan pewawancara di lapangan serta bagaimana respons masyarakat dikategorikan.

Redaksi Pertanyaan dan Objek Penilaian

American Association for Public Opinion Research (AAPOR)—organisasi profesi riset opini publik internasional—menempatkan konstruksi redaksi pertanyaan sebagai variabel krusial dalam menguji kualitas dan validitas hasil survei.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.